[Catatan Latihan Bahasa Inggris] Chapter 1
Ketika ingin belajar bahasa inggris seringkali menjumpai berbagai referensi ajar dan buku kilat belajar mandiri dan berbagai sumber yang akhirnya membuat kewalahan dan bingung harus mulai dari mana. Terkadang terlalu banyak materi, metode dan sumber rujukan belajar membuat pembelajaran makin tidak terarah, Harus mulai dari mana? Apa yang penting dipelajari dahulu? Sudah benar belum grammar-nya ? Pertanyaan yang serupa seringkali muncul dari pelajar yangtidak memiliki latar belakang ilmu sastra atau bahkan linguistik.
Sebagai lulusan Hubungan Internasional yang tidak memiliki latar belakang sastra dan linguistik, pendekatan yang seringkali muncul ketika memahami bahasa inggris bukan sebagai kajian sastra, melainkan sebagai alat komunikasi lintas negara. Seringkali menjumpai pemimpin negara memiliki aksen dan logat yang sangat kental dari negara asalnya. Alasan dasar pemimpin negara menggunakan bahasa inggris adalah dengan mengantisipasi pengalih bahasa agar pesan yang disampaikan sesuai dengan keinginan pemimpin negara. Studi di lapangan ini sangat pentik bahwa dalam praktik hubungan internasional bahasa tidak selalu hadir dalam bentuk yang sempurna tetapi berfungsi sebagai medium penyampaian pesan kepentingan dan posisi politik.
Salah satu kesalahan lingusitik dalam konteks diplomasi dalam hubungan intenasional dalam mekanisme konteks, niat, dan interpretasi yang kerap dibahas dalam kelas diplomasi adalah dengan penggunaan kata mokusatsu (黙殺) oleh pemerintah Jepang pada akhir Perang Dunia II yang memiliki makna ganda. Perbedaan intepretasi tersebut memperlihatkan bahwa bahasa tidak hanya persolaan antara benar dengan salah, tetapi juga dengan persoalan konsekuensi.[i] [ii]
Jika ditanya mengenai website ini tentu saja ini merupakan platform saya dalam memberikan refleksi pribadi, perjalanan belajar mandiri dan opini pribadi yang bersifat open source. Website ini tidak dimaksudkan sebagai platform pengajaran bahasa secara formal, melainkan sebagai sarana dalam medokumentasikan proses belajar bahasa inggris daari sudut pandang penstudi hubungan internasional sebagi ruang refleksi, berbagi dan diskusi terbuka. Materi yang disajikan bersifat open dan public domain siapapun dapat mengaksesnya dan mempelajarinya serta memberi kritikan dan masukan, website ini bertujuan sebagai pengantar dan ringkasan konseptual. Segala catatan baik itu dalam rangkuman, buku ajar dan latihan akan disediakan secara gratis melalui Google Drive dan Google Clasroom sehingga memudahkan pembaca dalam mengakses file terkait pembelajaran bahasa.
Pada tahap dasar, fokus pembelajaran diarahkan pada sekitar dua puluh poin utama yang akan diunggah secara berkala. Sepuluh poin pertama mencakup fondasi tata bahasa tingkat beginner hingga pre-intermediate, seperti penggunaan verb be, simple present, present continuous, simple past, bentuk masa depan, kata ganti, artikel, modal, preposisi, dan pembentukan kalimat tanya. Sepuluh poin lainnya berfungsi sebagai pelengkap, termasuk penggunaan bahasa Inggris sehari-hari, latihan mendengar dan berbicara, membaca dengan narasi, serta pengenalan struktur lanjutan seperti present perfect, passive voice, reported speech, dan logika klausa.
Untuk kelas bahasa Inggris bisa diakses pada Google Classroom berikut
[i] Sofia, H. (2024, 24 Desember). Benarkah Hiroshima dan Nagasaki dibom akibat kekeliruan penerjemah? ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/4547698/benarkah-hiroshima-dan-nagasaki-dibom-akibat-kekeliruan-penerjemah
[ii] Terdapat berbagai perdebatan dalam konteks bahasa dan salah penerjemahan serta keterlibatannya dalam Perang Dunia II, namun perlu digaris bawahi bahasa memiliki peranan yang sangat krusial dalam Naimushin, B. (2021). Hiroshima, Mokusatsu and alleged mistranslations. English Studies at NBU, 7(1), 87–96. https://doi.org/10.33919/esnbu.21.1.6